1. Diego Armando Maradona
Diego Armando Maradona (lahir di
Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960; umur 51 tahun) adalah mantan
pesepak bola legendaris Argentina. Maradona menjadi pelatih timnas
Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Untuk Argentina Maradona
tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam
deretan pesepakbola terbaik abad ini bersama dengan Pele.
Maradona memiliki fisik yang kekar
dan kuat dalam menghadapi permainan fisik yang keras. Tubuhnya yang
pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan
sprint cepat sambil men-driblle bola. Maradona adalah pengatur serangan dan seorang yang bermain untuk timnya, selain itu dia juga mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola.
Keahliannya yang tinggi dalam
menguasai bola, membuatnya mudah melewati para penjaganya. Hal ini dapat
dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di
Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona diantaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola.
Ia juga dikenal sebagai pengambil
tendangan bebas yang akurat dan mematikan. Maradona sebagian besar
menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, bahkan jika bola berada di
sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986
memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang
sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya
ketika melewati pamain-pemain Inggris.
Bahkan Platini Pernah Berkata ”Apa yang dilakukan Zidane dengan Bola,mampu dilakukan Maradona dengan jeruk.”
2.Lionell Messi
Lionel Andrés Messi (lahir 24 Juni
1987 di Rosario, Argentina) adalah pemain sepak bola timnas Argentina.
Dianggap salah satu pemain sepakbola terbaik dari generasinya, Messi
menerima beberapa Ballon d’Or dan FIFA World Player nominasi Tahun pada
usia 21, dan menang pada tahun 2009 dan 2010 Gaya bermain dan
kemampuannya telah menarik perbandingan dengan Diego Maradona, yang
sendiri menyatakan Messi sebagai “pengganti” nya.
Messi juga membuktikan sebagai
“Maradona Baru” , Dia mampu mencetak 2 Gol fenomenal milik Maradone
yaitu melewati 5-7 pemain dr tengah lapangan dan Gol Tangan Tuhan Milik
Maradona (Gol Maradona ke gawang inggris di Piala Dunia 1986).
Media Spanyol menganuregahi nama
MESSIDONA. Kini ia disebut- sebut sebagai pemain terbaik Dunia sepanjang
sejarah sepakbola (Bersama Pele dan Maradona).
3. Cristiano Ronaldo
Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat Selain gerakan multi step-over,
dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat
lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan
gerakannya. Disamping kemampuan mengolah bolanya yang luar biasa, dia
juga piawai dalam mengeksekusi bola-bola mati, itulah yang membuatnya
menjadi salah satu pemain yang paling berbahaya bagi lawannya, dia dapat
mencetak gol dengan cara apapun.
4. Luis Figo
Figo seorang pemain sepak bola asal
Portugal. Ia kini telah pensiun. Sebelumnya ia membela klub Inter Milan,
FC Barcelona dan Real Madrid. Bersama a.l. Rui Costa, Fernando Couto,
dan Vitor Baia tergabung dalam generasi emas yang merebut juara dunia
junior tahun 1991. Sebagai pemain sayap kanan dia mempunyai skill yg
bagus,olah bola yg sederhana tapi merepotkan lawan.
5. Ronaldinho
Ronaldinho pernah bermain untuk
Gremio, Paris Saint-Germain, Barcelona, dan A.C. Milan sebelum bergabung
dengan Flamengo pada bulan Januari 2011]Saat di Barcelona, Ia berhasil meraih gelar Liga Champions UEFA dan gelar Ballon d’Or tahun 2005.
Ronaldinho dua kali mendapatkan gelar
Pemain Terbaik Dunia FIFA, yaitu pada tahun 2004 dan 2005. Ia pernah
menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi, melampaui David Beckham
dari LA Galaxy.
Pada permainan pertamanya di
Barcelona, Ronaldinho sudah membuat penggemar terkesima dengan keahlian
sepak bolanya yang mengagumkan. Kemampuan Ronaldinho untuk menentukan
arah pertandingan dengan permainan solonya menjadikannya sebagai ikon
sepak bola di awal millennium ini.
Freestyle nya membuat orang tidak akan pernah melupakan Ronaldinho.
6. Zinedine Zidane
Sebagai pesepak bola kelas dunia,
Zidane telah mengenyam banyak prestasi, diantaranya dua gelar Serie-A
bersama Juventus, satu gelar Liga Champions Eropa dan satu gelar La Liga
bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi
juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama
sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih
gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah
meraih Ballon d’Or di tahun 1998.
Setelah penampilan yang sangat
fantastis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak sedikit publik
sepak bola yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia.
Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola
sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut
bola darinya. Pelatih-pelatihpun beranggapan bahwa memaksakan man-to-man marking terhadap Zidane adalah pekerjaan sia-sia. Bahkan produsen olahraga asal Jerman Adidas membuat “formasi baru” yakni 4-Zidane-2.
*Selain pemain di atas ini, masih ada pesepakbola lain yang juga ahli dribble, namun tidak disebutkan satu-persatu.
Rabu, 28 Mei 2014
pemain terbaik
Dalam sepak bola, seorang pemain
tengah atau gelandang adalah seorang pemain yang posisinya berada di
antara para penyerang dan para bek (ditandai dengan bulatan biru pada
gambar sebelah kanan). Fungsi utama mereka adalah mendapatkan dan
menjaga penguasaan bola, serta memberikan bola kepada para penyerang.
Baca Selengkapnya Di: http://www.lihat.co.id/#ixzz331Z9Df2N
Follow us: @__BSS__ on Twitter | Lihatcoid on Facebook
Namun ada juga gelandang yang tugasnya lebih bertahan, dan ada pula yang posisinya hampir seperti seorang penyerang.
Berikut 11 Pemain Tengah Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa:
1.Diego Maradona (Argentina)
[lihat.co.id] - Kebengalannya
tidak lantas membuat orang menutup mata atas bakat yang dimilikinya.
Pada 2000 ia berbagi mahkota Pemain Terbaik Abad Ini versi FIFA bersama
Pele, setelah sebelumnya menduduki tempat teratas pada polling online
FIFA tentang Pemain Terbaik Abad ke-20. Meski “Gol Tangan Tuhan”-nya
banyak menimbulkan kontroversi, siapa yang mampu melupakan gol-nya yang
ditembakkan dari jarak 60 meter melawan Inggris di perempat-final Piala
Dunia 1986? Bahkan Platini pernah berkata, “Apa yang bisa dilakukan oleh
Zidane dengan bola, Maradona (foto) mampu melakukannya dengan sebuah
jeruk.”
2.Pele (Brasil)
[lihat.co.id] - Edison
Arantes do Nascimento atau lebih dikenal sebagai Pelé (lahir 23 Oktober
1940; umur 68 tahun) adalah legenda sepak bola dunia yang berasal dari
Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil
menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di
Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat
keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet.Dia lahir
di Três Corações, Minas Gerais, Brasil.
3.Johan Cruyff (Belanda)
[lihat.co.id] - Cruyff
adalah pemegang gelar Pemain Terbaik Eropa tiga kali, rekor yang
dibaginya bersama Platini dan Marco van Basten. Pada 1999, ia terpilih
sebagai Pemain Terbaik Eropa Abad Ini versi IFFHS, dan hanya kalah oleh
Pele di kategori Pemain Terbaik Dunia Abad ini. Selain dikenal karena
sebagai penganut Total Football nomor satu, ia merupakan pemain yang
sangat tenang menghadapi saat-saat sulit.
4.Michel Platini (Prancis)
[lihat.co.id] - Dunia
mengenalnya sebagai salah satu spesialis tendangan bebas terbaik
sepanjang sejarah, selain juga pengumpan yang handal. Di negara asalnya,
tak diragukan lagi, ia adalah gelandang terbaik Prancis. Sepak
terjangnya di lapangan hijau bahkan mampu membuat Zidane terlihat kecil.
Dan itulah yang dikatakan Zidane tentang bintang pujaannya, “Saat saya
kecil, saya selalu memilih untuk bermain sebagai Platini bersama
teman-teman.”
5.Zico (Brasil)
[lihat.co.id] - Di
mata Pele, Zico adalah pemain yang bisa disejajarkan dengan dirinya.
Tak heran jika ia dijuluki “Pele Putih”. Meski dikaruniai bakat yang
luar biasa dan sering diakui sebagai pemain terbaik dunia pada awal
80-an, ia tidak pernah memenangkan Piala Dunia. Padahal, ia mencetak 66
gol dari 88 pertandingan untuk Brasil, dan tampil di Piala Dunia empat
kali, yaitu pada 1978, 1982 dan 1986 World Cups, dengan tim 1982 banyak
diakui sebagai yang paling hebat dalam sejarah Brasil, selain tim 1970.
6.Roberto Baggio (Italia)
[lihat.co.id] - Siapa
yang tak mengenal Il Codino? Ia adalah pemain paling populer sepanjang
1990-an dan awal 2000, dan hingga kini merupakan satu-satunya pemain
Italia yang mampu mencetak gol pada tiga Piala Dunia. Pada Piala Dunia
1994, ia berkali-kali menjadi juru selamat Italia, dan membuka jalan ke
final. Sayang tendangan penaltinya yang melenceng di final membuat
Italia gagal menjadi juara untuk yang keempat kalinya.
7.Ruud Gullit (Belanda)
[lihat.co.id] - Peraih
gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA 1987 dan 1989, ia mampu bermain di
berbagai posisi. Ia turut bermain dalam pasukan Belanda yang memenangkan
Euro 1988, sekaligus Piala Dunia 1990. Kedatangannya di Milan mampu
mengangkat klubnya untuk memenangkan mahkota Serie A Italia untuk
pertama kalinya dalam sembilan tahun terakhir.
8.Zinedine Zidane (Prancis)
[lihat.co.id] - Inilah salah satu dari dua pemegang gelar Pemain Terbaik Dunia tiga
kali, disamping Ronaldo. Pada penampilan debutnya bersama Prancis, ia
mencetak dua gol ke gawang Republik Ceko pada 1994. Namun, baru empat
tahun kemudian ia menjadi legenda hidup dengan dua gol di final versus
Brasil. Pada 2001, ia diboyong oleh Real Madrid dengan rekor transfer
termahal senilai €76 juta.
9.Kaka (Brasil)
[lihat.co.id] - Pele
pernah berujar, Kaka adalah pemain terbaik di dunia. Tahun lalu ia
meraih Bola Emas, dan FIFA-pun tak ragu-ragu menganugerahkan gelar
Pemain Terbaik Dunia kepadanya. Selasa lalu, (14/10), jejak kakinya
diabadikan di sebelah Zico si stadion terbesar Brasil, Maracana. Mungkin
kekurangannya hanyalah karena ia belum pernah memenangkan Scudetto
bersama Milan.
10.Cristiano Ronaldo (Portugal)
[lihat.co.id] - Banyak dikecam karena kelakuannya di luar lapangan, pada musim
2007-2008 ia justru berada di puncak ketenaran. Setelah mencetak 42 gol
dalam 49 pertandingan, rasanya pantas saja jika ia menjadi penerima Bola
Emas. Tak kurang dari Johan Cruyff juga mendukungnya. Katanya, “Ronaldo
lebih baik dari George Best dan Denis Law, padahal keduanya merupakan
pemain terhebat dalam sejarah United.”
11.Gheorghe Hagi (Rumania)
[lihat.co.id] - Sang
“Maradona dari Balkan” ini banyak dipuja di Rumania dan Turki. Tiga
kali tampil di Piala Dunia, ia mencetak 126 kemenangan untuk Romania,
dan merupakan topskor dengan 35 gol. Ia adalah satu dari sedkit pemain
yang pernah tampil untuk Real Madrid dan Barcelona.
mungkin, masih banyak yang lain, tapi ini dulu yang di utamakan …
seperti yang kita ketahui, semua pemain yang ada diatas adalah pemain
tengah, hingga wenger. Tidak ada yang berstatus sebagai pemain Striker
Murni.
Baca Selengkapnya Di: http://www.lihat.co.id/#ixzz331Z9Df2N
Follow us: @__BSS__ on Twitter | Lihatcoid on Facebook
3 kiper terbaik liverpool
Pendahuluan
Berawal dari perdebatan hangat di twitter, yang bermula dari komentar seorang pengguna twitter yang berpendapat mengapa Liverpool tidak membeli kiper yang mapan di jendela transfer ini, kiper yang tampil bagus di turnamen internasional, seperti Neuer (Kiper Jerman di PD 2010 – Semifinalis), Stekelenburg (Kiper Belanda di PD 2010 – Finalis), atau bahkan Muslera (Kiper Uruguay di Copa America 2011 – Juara). Jujur, penulis (dan banyak pengguna twitter lainnya di linimasa penulis), merasa tergelitik dengan pendapat tersebut, karena kiper utama Liverpool saat ini, Pepe Reina, adalah seorang penjaga gawang yang sangat handal, dan diakui oleh banyak pihak perihal keandalannya tersebut. Bila pendapat saja tidak cukup, bahkan sejarah pun mendukung hal tersebut. Pepe adalah peraih Sarung Tangan Emas Premier League selama 3 musim berturut-turut. Penulis tidak akan membahas lebih lanjut lagi tentang hal ini, karena penulis yakin bahwa masih lebih banyak lagi rekan supporter Liverpool yang berpendapat sama dengan penulis tentang betapa pentingnya Pepe bagi tim dan bahwa selama Pepe masih berada disini, maka Liverpool tidak perlu untuk mencari kiper utama lainnya. Yang akan dibahas di artikel ini adalah kilas balik beberapa penjaga gawang ternama dalam sejarah Liverpool. Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap Jerzy Dudek atas jasanya di Istanbul, artikel ini tidak membahas tentang kiprah Dudek. Selamat menikmati. (JK)
Pada bagian pertama dari seri kami, beberapa kontributor Anfield Online masing-masing telah memiliki pilihan mereka sendiri untuk pembahasan artikel ini.
Ditulis oleh Andrew Ayrton
Bagi saya, kiper terbesar dalam memori saya haruslah Bruce.
Ketika tumbuh dewasa, ia pasti tidak bisa membayangkan bahwa suatu hari dia akan bermain untuk tim Inggris paling sukses dan mengangkat Piala Eropa. Tumbuh dengan kemampuan yang hebat dalam berbagai cabang olahraga, Grobbelaar akhirnya untuk mendaftar National Service (Semacam Wajib Militer) di Angkatan Darat Rhodesia. Dua tahun mengabdi pada negara, sepakbola pastilah hal terakhir yang ada di pikirannya.
Sempat memperkuat Vancouver dan Crewe Alexandra, para pemandu bakat Liverpool menemukan bakatnya, dan kemudian di tahun 1980 ia pun dikontrak oleh Liverpool. Bruce memiliki tantangan yang sangat besar, karena yang harus digantikan olehnya adalah penjaga gawang legendaris Ray Clemence. Walaupun akhirnya ia pun menjadi pemain legendaris dengan caranya sendiri.
Selain kemampuannya memblok tembakan, ia juga memiliki kelincahan dan kelenturan ala pesenam. Tapi Grobbelaar mungkin paling terkenal untuk karakter anehnya, dengan kecerdasan unik yang membuatnya menjadi favorit para penggemar. Di lapangan, bagaimanapun, Bruce sering terlihat memarahi para pemain belakangnya jika ia merasa mereka tidak memberikan yang terbaik, jenis semangat dan tekad untuk sukses yang membuatnya semakin dicintai oleh The Kop.
Momen paling terkenal dalam karier Bruce mungkin terjadi di Adu Penalti final Piala Eropa 1984. Dari mulai mengunyah jaring gawang, dan lucu nya, trik kaki goyah-nya (yang kemudian diperagakan juga oleh Dudek di Istanbul), kejenakaan nya sudah cukup untuk mengganggu para penendang Roma dan membantu Liverpool mengangkat trofi keempat mereka di Eropa hanya dalam 8 tahun. Ini adalah refleksi kemampuan Grobbelaar di puncaknya, dengan kekuatan mental dan kepercayaan diri di level tertinggi.
Dengan memperkuat Liverpool di lebih dari 600 pertandingan, dan lemari medali yang sangat , Grobbelaar adalah calon yang sangat jelas untuk penjaga gawang terbesar yang pernah bermain untuk Liverpool.
Elisa Scott
Ditulis oleh Billy Green
Legenda Liverpool di masa lalu dan salah satu pemain yang paling lama berada di klub (21 tahun dan 52 hari untuk tepatnya). Dalam masa itu ia bermain dalam 467 pertandingan untuk Liverpool dengan rekor 137 clean sheets, yang hingga saat ini, ada di urutan 3 untuk rekor clean sheet bagi penjaga gawang di Liverpool. Ia berperan dalam membawa Liverpool menjuarai liga 2 kali berturut-turut di tahun 1922 dan 1923, walaupun hanya itu trofi yang dia peroleh selama di Liverpool, mungkin bila karirnya tidak terinterupsi oleh Perang Dunia II raihan trofinya akan lebih banyak lagi.
Selain sukses di tingkat domestik, ia terhitung berhasil juga di tingkat internasional, dimana saat itu ia memperkuat Irlandia sebanyak 31 kali.
Ray Clemence
Ditulis oleh Kenny Lawler
Ada kiper yang cakap dan ada kiper hebat. Tapi sangat sedikit yang bisa dikatakan sama dengan Ray Clemence.
Di usia 18 tahun, Bill Shankly membawa Clemence ke Liverpool dari Scunthorpe United pada bulan Juni 1967, perlu waktu lebih dari satu tahun sampai Clemence melakukan debutnya di Liverpool.
Setelah melewati musim di tim cadangan, menunggu untuk mendapatkan di tim utama, menggantikan kiper pilihan pertama Liverpool saat itu, Tommy Lawrence. Clemence akhirnya diberi kesempatan di Piala Liga melawan Swansea, September 1968. Akhirnya transformasi di Liverpool pun terjadi dan Clemence menjadi penjaga gawang utama Liverpool.
Era 70-an menjadi babak penting dalam sejarah Liverpool dan saat itu Clemence yang membentuk dasar yang kokoh bagi Liverpool untuk mendominasi kancah domestik dan di Eropa. Debut liganya dimulai di pertandingan tandang ke Nottingham Forest pada bulan Januari 1970, dari sini semuanya dimulai untuk Clemence di gawang Liverpool.
Hebatnya, Clemence hanya melewatkan enam pertandingan liga dalam sebelas tahun ke depan. Mengambil gelar kehormatan liga berulangkali sepanjang era ini dan juga menjadi kiper Liverpool pertama yang memenangkan Piala Eropa, prestasi ini menjadi bukti kemampuannya untuk menjaga pintu gawang agar tertutup rapat di pertahanan Liverpool. Kita hanya cukup melihat musim 1978-79 di mana Clemence hanya kebobolan 16 gol saja sebagai bukti ketangguhannya.
Statistik berbicara dalam paragraf sebelumnya, tetapi tidak ada yang berani menyangkal Clemence adalah figur hebat di lini belakang untuk Liverpool. Ketika kiper lain pada waktu itu akan berpikir dua kali untuk jauh meninggalkan garis mereka, Clemence tidak akan ragu untuk keluar dari zona kenyamanan dan ikut memberikan tekanan pada striker lawan. Sebuah tren yang umum hari ini. Dia luar biasa tangkas untuk orang seukurannya. Dia bisa melompat, memutar dan mengubah refleknya dalam sekejap dan sanggup memetik bola di udara, jauh sebelum bola itu mendarat di kepala pemain lawan, dengan sangat mudah. Bahkan kadang-kadang hanya dengan satu tangan. Refleknya instan dengan konsentrasi bermain setajam silet.
Liverpool adalah kekuatan besar di Inggris dan di Eropa pada tahun 70-an, Ray Clemence bagian penting dari tim itu. Pemain dan legenda Liverpool sejati.
Pepe Reina
Ditulis oleh John Dowling
Banyak diantara kita yang masih sulit mempercayai bahwa Pepe,didatangkan hanya dengan harga 6 juta pound di musim panas 2005.
Setelah memulai karir mudanya di Barcelona, ia menghabiskan waktu pinjaman di Villarreal sebelum membuat kesepakatan permanen setelah menampilkan performa yang sangat baik di El Madrigal. Dari sana bahwa ia lalu dibawa oleh Rafa Benitez ke Anfield.
Kemampuan atletisnya, kekuatan dan reaksi saat itu sudah terlihat bagi para pengamat, ketika Rafa memulai revolusi Liverpool-nya untuk kemudian mengubah pertahanan Liverpool menjadi salah satu yang terkuat di Inggris.
Segera setelah kedatangannya – catatan kebobolan kiper Liverpool mulai membaik dengan cepat. Pada bulan Desember 2005 ia mempertahankan 6 clean sheet berturut-turut di Liga Premier – rekor baru Liverpool – dan kemudian melanjutkan untuk memperpanjang sampai 8 pertandingan.
Selama waktu ini ia juga memecahkan rekor clean sheet sepanjang masa Liverpool – 11 pertandingan tanpa kebobolan
Sebelum musim pertamanya selesai dia telah memperkuat Liverpool di 50 partai. Dalam kurun waktu itu dia memecahkan rekor klub paling sedikit kebobolan gol dalam 50 partai pertama. Catatannya sebanyak 29 partai mengalahkan saingannya – Ray Clemence dengan 32 partai. Pada akhir musim pertamanya ia dianugerahi penghargaan Sarung Tangan Emas oleh Liga Premier
Pada akhir musim 2006, di Final Piala FA, Reina menahan 3 dari 4 tendangan penalti West Ham di adu penalti. Jasanya membantu Liverpool memenangkan Piala FA musim itu.
Musim berikutnya ia membawa Liverpool ke final Liga Champions dengan dua penyelamatan yang mengesankan di dua partai semifinal melawan Chelsea. Penyelamatan spektakuler kembali diperagakan ketika ia menyelamatkan dua dari tiga tendangan penalti Chelsea di leg kedua partai semifinal. Pada akhir musim keduanya ia kembali memenangkan Sarung Tangan Emas dari Liga Premier.
2008 Pepe mendapatkan Sarung Tangan Emas-nya yang ketiga secara berturut-turut, dan ia menjadi kiper tercepat dalam sejarah Liverpool mendapatkan 50 clean sheet. Ia melakukannya dalam 92 pertandingan, tiga pertandingan lebih cepat dibandingkan saingan terdekatnya. Pada tahun 2009 ia menjadi kiper tercepat untuk mencapai 100 clean sheet – dalam partainya yang ke 197 bagi Liverpool
Ada banyak yang disukai para rekannya dari Pepe Reina. Semangat, dorongan dan keinginannya mewakili semua mentalitas klub Liverpool selama ini. Di luar lapangan dia dapat dikatakan telah menjadi bagian integral dalam membantu pemain baru menetap di Liverpool- dan merupakan salah satu figur berpengaruh di ruang ganti. Dia mungkin belum memiliki medali sebanyak para pendahulunya, tetapi kemampuan alaminya membantu transformasi Liverpool dalam segi pertahanan menjadi ebih kuat dalam tahun-tahun selama ia memperkuat klub ini.
Catatan Tambahan:
Karakter Pepe bagi tim terlihat saat Pepe didaulat menjadi pembawa acara perayaan Spanyol menjadi juara dunia. Perayaan ini dihadiri lebih dari 100.000 orang pendukung Spanyol. Dan dari reaksi rekan satu timnya, terlihat seberapa besar pengaruh Pepe di ruang ganti dan terlihat juga bahwa karakter periang dari seorang Pepe Reina, a Liverpool legend in the making.
Berawal dari perdebatan hangat di twitter, yang bermula dari komentar seorang pengguna twitter yang berpendapat mengapa Liverpool tidak membeli kiper yang mapan di jendela transfer ini, kiper yang tampil bagus di turnamen internasional, seperti Neuer (Kiper Jerman di PD 2010 – Semifinalis), Stekelenburg (Kiper Belanda di PD 2010 – Finalis), atau bahkan Muslera (Kiper Uruguay di Copa America 2011 – Juara). Jujur, penulis (dan banyak pengguna twitter lainnya di linimasa penulis), merasa tergelitik dengan pendapat tersebut, karena kiper utama Liverpool saat ini, Pepe Reina, adalah seorang penjaga gawang yang sangat handal, dan diakui oleh banyak pihak perihal keandalannya tersebut. Bila pendapat saja tidak cukup, bahkan sejarah pun mendukung hal tersebut. Pepe adalah peraih Sarung Tangan Emas Premier League selama 3 musim berturut-turut. Penulis tidak akan membahas lebih lanjut lagi tentang hal ini, karena penulis yakin bahwa masih lebih banyak lagi rekan supporter Liverpool yang berpendapat sama dengan penulis tentang betapa pentingnya Pepe bagi tim dan bahwa selama Pepe masih berada disini, maka Liverpool tidak perlu untuk mencari kiper utama lainnya. Yang akan dibahas di artikel ini adalah kilas balik beberapa penjaga gawang ternama dalam sejarah Liverpool. Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap Jerzy Dudek atas jasanya di Istanbul, artikel ini tidak membahas tentang kiprah Dudek. Selamat menikmati. (JK)

Artikel ini adalah terjemahan atas artikel serupa dari laman AnfieldOnline,
berikut sumber asli dari artikel ini :
http://www.anfield-online.co.uk/features/liverpool-greatest/2009/liverpools-greatest-goalkeeper/
Rahasia dari setiap tim yang hebat dimulai dari belakang. Seperti
yang Liverpool alami di medio awal 2000-an – Kita tidak bisa berharap
untuk memenangkan gelar jika kita memiliki kiper bermasalah. Kiper anda
harus memiliki rasa hormat dari anggota tim dan mampu menenangkan
seluruh tim dengan kemampuannya.berikut sumber asli dari artikel ini :
http://www.anfield-online.co.uk/features/liverpool-greatest/2009/liverpools-greatest-goalkeeper/
Pada bagian pertama dari seri kami, beberapa kontributor Anfield Online masing-masing telah memiliki pilihan mereka sendiri untuk pembahasan artikel ini.
Tags : Bruce Grobbelaar | Elisa Scott | Ray Clemence | Pepe Reina
Bruce GrobbelaarDitulis oleh Andrew Ayrton
Bagi saya, kiper terbesar dalam memori saya haruslah Bruce.
Ketika tumbuh dewasa, ia pasti tidak bisa membayangkan bahwa suatu hari dia akan bermain untuk tim Inggris paling sukses dan mengangkat Piala Eropa. Tumbuh dengan kemampuan yang hebat dalam berbagai cabang olahraga, Grobbelaar akhirnya untuk mendaftar National Service (Semacam Wajib Militer) di Angkatan Darat Rhodesia. Dua tahun mengabdi pada negara, sepakbola pastilah hal terakhir yang ada di pikirannya.
Sempat memperkuat Vancouver dan Crewe Alexandra, para pemandu bakat Liverpool menemukan bakatnya, dan kemudian di tahun 1980 ia pun dikontrak oleh Liverpool. Bruce memiliki tantangan yang sangat besar, karena yang harus digantikan olehnya adalah penjaga gawang legendaris Ray Clemence. Walaupun akhirnya ia pun menjadi pemain legendaris dengan caranya sendiri.
Selain kemampuannya memblok tembakan, ia juga memiliki kelincahan dan kelenturan ala pesenam. Tapi Grobbelaar mungkin paling terkenal untuk karakter anehnya, dengan kecerdasan unik yang membuatnya menjadi favorit para penggemar. Di lapangan, bagaimanapun, Bruce sering terlihat memarahi para pemain belakangnya jika ia merasa mereka tidak memberikan yang terbaik, jenis semangat dan tekad untuk sukses yang membuatnya semakin dicintai oleh The Kop.
Momen paling terkenal dalam karier Bruce mungkin terjadi di Adu Penalti final Piala Eropa 1984. Dari mulai mengunyah jaring gawang, dan lucu nya, trik kaki goyah-nya (yang kemudian diperagakan juga oleh Dudek di Istanbul), kejenakaan nya sudah cukup untuk mengganggu para penendang Roma dan membantu Liverpool mengangkat trofi keempat mereka di Eropa hanya dalam 8 tahun. Ini adalah refleksi kemampuan Grobbelaar di puncaknya, dengan kekuatan mental dan kepercayaan diri di level tertinggi.
Dengan memperkuat Liverpool di lebih dari 600 pertandingan, dan lemari medali yang sangat , Grobbelaar adalah calon yang sangat jelas untuk penjaga gawang terbesar yang pernah bermain untuk Liverpool.
Elisa Scott
Ditulis oleh Billy Green
Legenda Liverpool di masa lalu dan salah satu pemain yang paling lama berada di klub (21 tahun dan 52 hari untuk tepatnya). Dalam masa itu ia bermain dalam 467 pertandingan untuk Liverpool dengan rekor 137 clean sheets, yang hingga saat ini, ada di urutan 3 untuk rekor clean sheet bagi penjaga gawang di Liverpool. Ia berperan dalam membawa Liverpool menjuarai liga 2 kali berturut-turut di tahun 1922 dan 1923, walaupun hanya itu trofi yang dia peroleh selama di Liverpool, mungkin bila karirnya tidak terinterupsi oleh Perang Dunia II raihan trofinya akan lebih banyak lagi.
Selain sukses di tingkat domestik, ia terhitung berhasil juga di tingkat internasional, dimana saat itu ia memperkuat Irlandia sebanyak 31 kali.
Ray Clemence
Ditulis oleh Kenny Lawler
Ada kiper yang cakap dan ada kiper hebat. Tapi sangat sedikit yang bisa dikatakan sama dengan Ray Clemence.
Di usia 18 tahun, Bill Shankly membawa Clemence ke Liverpool dari Scunthorpe United pada bulan Juni 1967, perlu waktu lebih dari satu tahun sampai Clemence melakukan debutnya di Liverpool.
Setelah melewati musim di tim cadangan, menunggu untuk mendapatkan di tim utama, menggantikan kiper pilihan pertama Liverpool saat itu, Tommy Lawrence. Clemence akhirnya diberi kesempatan di Piala Liga melawan Swansea, September 1968. Akhirnya transformasi di Liverpool pun terjadi dan Clemence menjadi penjaga gawang utama Liverpool.
Era 70-an menjadi babak penting dalam sejarah Liverpool dan saat itu Clemence yang membentuk dasar yang kokoh bagi Liverpool untuk mendominasi kancah domestik dan di Eropa. Debut liganya dimulai di pertandingan tandang ke Nottingham Forest pada bulan Januari 1970, dari sini semuanya dimulai untuk Clemence di gawang Liverpool.
Hebatnya, Clemence hanya melewatkan enam pertandingan liga dalam sebelas tahun ke depan. Mengambil gelar kehormatan liga berulangkali sepanjang era ini dan juga menjadi kiper Liverpool pertama yang memenangkan Piala Eropa, prestasi ini menjadi bukti kemampuannya untuk menjaga pintu gawang agar tertutup rapat di pertahanan Liverpool. Kita hanya cukup melihat musim 1978-79 di mana Clemence hanya kebobolan 16 gol saja sebagai bukti ketangguhannya.
Statistik berbicara dalam paragraf sebelumnya, tetapi tidak ada yang berani menyangkal Clemence adalah figur hebat di lini belakang untuk Liverpool. Ketika kiper lain pada waktu itu akan berpikir dua kali untuk jauh meninggalkan garis mereka, Clemence tidak akan ragu untuk keluar dari zona kenyamanan dan ikut memberikan tekanan pada striker lawan. Sebuah tren yang umum hari ini. Dia luar biasa tangkas untuk orang seukurannya. Dia bisa melompat, memutar dan mengubah refleknya dalam sekejap dan sanggup memetik bola di udara, jauh sebelum bola itu mendarat di kepala pemain lawan, dengan sangat mudah. Bahkan kadang-kadang hanya dengan satu tangan. Refleknya instan dengan konsentrasi bermain setajam silet.
Liverpool adalah kekuatan besar di Inggris dan di Eropa pada tahun 70-an, Ray Clemence bagian penting dari tim itu. Pemain dan legenda Liverpool sejati.
Pepe Reina
Ditulis oleh John Dowling
Banyak diantara kita yang masih sulit mempercayai bahwa Pepe,didatangkan hanya dengan harga 6 juta pound di musim panas 2005.
Setelah memulai karir mudanya di Barcelona, ia menghabiskan waktu pinjaman di Villarreal sebelum membuat kesepakatan permanen setelah menampilkan performa yang sangat baik di El Madrigal. Dari sana bahwa ia lalu dibawa oleh Rafa Benitez ke Anfield.
Kemampuan atletisnya, kekuatan dan reaksi saat itu sudah terlihat bagi para pengamat, ketika Rafa memulai revolusi Liverpool-nya untuk kemudian mengubah pertahanan Liverpool menjadi salah satu yang terkuat di Inggris.
Segera setelah kedatangannya – catatan kebobolan kiper Liverpool mulai membaik dengan cepat. Pada bulan Desember 2005 ia mempertahankan 6 clean sheet berturut-turut di Liga Premier – rekor baru Liverpool – dan kemudian melanjutkan untuk memperpanjang sampai 8 pertandingan.
Selama waktu ini ia juga memecahkan rekor clean sheet sepanjang masa Liverpool – 11 pertandingan tanpa kebobolan
Sebelum musim pertamanya selesai dia telah memperkuat Liverpool di 50 partai. Dalam kurun waktu itu dia memecahkan rekor klub paling sedikit kebobolan gol dalam 50 partai pertama. Catatannya sebanyak 29 partai mengalahkan saingannya – Ray Clemence dengan 32 partai. Pada akhir musim pertamanya ia dianugerahi penghargaan Sarung Tangan Emas oleh Liga Premier
Pada akhir musim 2006, di Final Piala FA, Reina menahan 3 dari 4 tendangan penalti West Ham di adu penalti. Jasanya membantu Liverpool memenangkan Piala FA musim itu.
Musim berikutnya ia membawa Liverpool ke final Liga Champions dengan dua penyelamatan yang mengesankan di dua partai semifinal melawan Chelsea. Penyelamatan spektakuler kembali diperagakan ketika ia menyelamatkan dua dari tiga tendangan penalti Chelsea di leg kedua partai semifinal. Pada akhir musim keduanya ia kembali memenangkan Sarung Tangan Emas dari Liga Premier.
2008 Pepe mendapatkan Sarung Tangan Emas-nya yang ketiga secara berturut-turut, dan ia menjadi kiper tercepat dalam sejarah Liverpool mendapatkan 50 clean sheet. Ia melakukannya dalam 92 pertandingan, tiga pertandingan lebih cepat dibandingkan saingan terdekatnya. Pada tahun 2009 ia menjadi kiper tercepat untuk mencapai 100 clean sheet – dalam partainya yang ke 197 bagi Liverpool
Ada banyak yang disukai para rekannya dari Pepe Reina. Semangat, dorongan dan keinginannya mewakili semua mentalitas klub Liverpool selama ini. Di luar lapangan dia dapat dikatakan telah menjadi bagian integral dalam membantu pemain baru menetap di Liverpool- dan merupakan salah satu figur berpengaruh di ruang ganti. Dia mungkin belum memiliki medali sebanyak para pendahulunya, tetapi kemampuan alaminya membantu transformasi Liverpool dalam segi pertahanan menjadi ebih kuat dalam tahun-tahun selama ia memperkuat klub ini.
Catatan Tambahan:
Karakter Pepe bagi tim terlihat saat Pepe didaulat menjadi pembawa acara perayaan Spanyol menjadi juara dunia. Perayaan ini dihadiri lebih dari 100.000 orang pendukung Spanyol. Dan dari reaksi rekan satu timnya, terlihat seberapa besar pengaruh Pepe di ruang ganti dan terlihat juga bahwa karakter periang dari seorang Pepe Reina, a Liverpool legend in the making.
Kutipan
dari Sigmund Freud ini dirasa sangat tepat untuk yang masih
menyangsikan kemampuan Pepe Reina dalam menjaga gawang Liverpool :
“Just as no one can be forced into belief, so no one can be forced into unbelief.”
“Just as no one can be forced into belief, so no one can be forced into unbelief.”
polisi bejat
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Arman (30) tidak bisa menjemput istrinya, RS (21) di Mall Panakkukang, Makassar, seperti biasanya. Malam Selasa itu, anak mereka yang berumur dua tahun rewel. Arman terpaksa menemani anaknya sambil menunggu RS pulang.
Pukul 00.15 wita, Selasa (27/5/2014) dini hari, RS pulang dibonceng oleh rekannya BT (21). Keduanya mengendarai Motor Mio sporty warna hijau DD 3396 QY. RS tidak pakai helm.
Mereka melewati Jl AP Pettarani menuju Jl Urip Sumoharjo.
Saat melintas di depan pos polisi dekat flyover, ujung Jl AP Pettarani, Brigpol Sutarno berlari ke pinggir jalan menyongsong kedua wanita itu.
Lalu terjadilah “tilang” ini:
“Berhenti .....!!!!” teriak Brigpol Sutarno
“Masuk!!!,” bentaknya sambil menunjuk lurus ke aras pos polisi.
RS berdiri di pinggir jalan sambil menelepon suaminya, Arman (30), “Pak, saya ditahan polisi!”
“Kamu melanggar, kamus harus ditilang!” teriak Brigpol Sutarno. Dia lalu melangkah semakin mendekati RS
“Berapa uang mu di situ? tanya Brigpol Sutarno masih setengah berteriak.
“Saya tidak punya uang, Pak, karena masih tanggal tua,” jawab RS.
“Kalau begitu, tidak usah saya tilang, bercumbumaki saja,” kata
Brigpol Sutarno.
Tangan Brigpol Sutarno mengelus lengang RS.
“Saya sudah punya suami, Pak,” kata RS.
Brgigpol Sutarno lalu memegang bahu RS kemudian meraba dada RS dan berusaha menyeret RS ke samping pos
RS berontak dan melarikan diri menyeberang jalan
RS pulang ke rumahnya menangis melaporkan ke Arman.(*)
Pukul 00.15 wita, Selasa (27/5/2014) dini hari, RS pulang dibonceng oleh rekannya BT (21). Keduanya mengendarai Motor Mio sporty warna hijau DD 3396 QY. RS tidak pakai helm.
Mereka melewati Jl AP Pettarani menuju Jl Urip Sumoharjo.
Saat melintas di depan pos polisi dekat flyover, ujung Jl AP Pettarani, Brigpol Sutarno berlari ke pinggir jalan menyongsong kedua wanita itu.
Lalu terjadilah “tilang” ini:
“Berhenti .....!!!!” teriak Brigpol Sutarno
“Masuk!!!,” bentaknya sambil menunjuk lurus ke aras pos polisi.
RS berdiri di pinggir jalan sambil menelepon suaminya, Arman (30), “Pak, saya ditahan polisi!”
“Kamu melanggar, kamus harus ditilang!” teriak Brigpol Sutarno. Dia lalu melangkah semakin mendekati RS
“Berapa uang mu di situ? tanya Brigpol Sutarno masih setengah berteriak.
“Saya tidak punya uang, Pak, karena masih tanggal tua,” jawab RS.
“Kalau begitu, tidak usah saya tilang, bercumbumaki saja,” kata
Brigpol Sutarno.
Tangan Brigpol Sutarno mengelus lengang RS.
“Saya sudah punya suami, Pak,” kata RS.
Brgigpol Sutarno lalu memegang bahu RS kemudian meraba dada RS dan berusaha menyeret RS ke samping pos
RS berontak dan melarikan diri menyeberang jalan
RS pulang ke rumahnya menangis melaporkan ke Arman.(*)
- Kronologis ini berdasarkan penuturan korban dan suaminya
- Gambar kartun grafis adegan sang polisi dan RS bisa dilihat di Tribun Timur cetak edisi Rabu (28/5/2014) hari ini.
starting eleven liverpool
Banyaknya striker jempolan di lini depan yang pernah
dimiliki The Reds membuat Fernando Torres dan Michael Owen tak masuk
dalam daftar Liverpool XI sepanjang masa.
Memilih 11 pemain terbaik Liverpool sepanjang masa bukanlah perkara gampang. Dengan banyaknya pemain bagus yang kemampuannya mendekati pemain lainnya, tentu pemain yang terpilih haruslah mereka yang beda dari yang lain. Apakah Sami Hyypia lebih baik daripada Jamie Carragher di posisi bek tengah? Apakah Steven Gerrard masuk dalam daftar? Di mana Billy Liddell, pemain yang tidak pernah memainkan sepakbola modern, layakkah dia bersanding dengan pemain hebat lainnya? Kalau Anda diminta memilih satu penjaga gawang berdasarkan raihan gelar yang diraihnya, akankah Anda memilih Pepe Reina atau Ray Clemence?
Dalam menyambut kedatangan Liverpool ke Indonesia pada Juli ini, GOAL.com Indonesia menyajikan Liverpool IX terbaik sepanjang masa.
Ray Clemence – Penjaga Gawang
Tak ada yang meragukan kehebatan Bruce Grobbleaar dan Pepe Reina dalam mengawal gawang Liverpool. Namun kehebatan keduanya masih kalah dibanding Ray Clemence. Nilai plus Clemence lainnya adalah dia lebih banyak merasakan juara bersama The Reds.
Selama 14 tahun berkarier di Anfield dari 1967 hingga 1981, Clemence membantu timnya meraih lima trofi Charity Shields, lima Divisi Utama, satu Piala Liga, satu Piala FA, satu Liga Super Eropa, tiga Liga Champions, dua Piala UEFA dan satu Piala Super Eropa.
Raihan trofi Grobbleaar bersama Liverpool tak beda jauh dengan Clemence. Bedanya, dia hanya satu kali memenangi Liga Champions, sedangkan Clemence tiga. Sementara Reina belum sekalipun memenangi trofi kompetisi Eropa.
Dalam 665 penampilan untuk Liverpool, Clemence mencatat 335 clean sheets. Prestasi gemilangnya dalam mengawal gawang The Reds terukir di musim 1978/79, di mana dia hanya kebobolan 16 gol. Rekor langka itu baru bisa dipecahkan Chelsea di musim 2004/05 dengan hanya kebobolan 15 gol.
Phil Neal – Bek Kiri
Selama 11 tahun membela panji Liverpool, Phil Neal total telah mengumpulkan 11 medali juara. Raihan spektakuler itu hanya bisa dilewati sayap kiri Manchester United Ryan Giggs.
Dalam 445 penampilan untuk The Reds, Neal memenangi delapan trofi liga, lima Charity Shields, empat Piala Liga, empat Liga Champions, satu Piala UEFA, dan satu trofi Piala Super Eropa. Dia masih satu-satunya pemain Liverpool yang telah tampil di lima final kompetisi Eropa.
Meski berposisi sebagai bek, Neal cukup produktif dalam urusan mencetak gol. Dia total mencetak 41 gol buat dan salah satunya adalah gol penalti yang membawa Liverpool juara Liga Champions pada 19877. Neal memainkan 417 pertandingan secara beruntun dan rekor itu masih bertahan hingga kini.
Alan Hansen – Bek Tengah
Alan Hansen merupakan pemain penting bagi Liverpool dari 1977 hingga 1991. Selama 13 tahun membela The Reds, Hansen membantu klubnya meraih delapan trofi liga, tiga Liga Champions, dua Piala FA dan enam Charity Shields.
Bak batu karang, Hansen sangat kuat dalam bertahan. Kepiawaiannya mengawal lini pertahanan membuat frustrasi para penyerang lawan. Meski bernaluri defensif, dia masih bisa menyumbang delapan gol.
Bersama piala dan kemampuannya, Hansen masuk Liverpool XI sepanjang masa untuk kepemimpinannya yang menginspirasi. Dia dipercaya menjadi kapten pada 1986 ketika Liverpool menjadi klub ketiga yang mampu meraih gelar ganda, yaitu Liga Inggris dan Piala FA.
Jamie Carragher – Bek Tengah
Siapa yang tak mengakui kehebatan Jami Carragher dalam menghalau serangan lawan. Fans Liverpool pasti sepakat pemain yang memutuskan gantung sepatu di musim 2012/13 kemarin layak masuk Liverpool XI terbaik sepanjang masa.
Carragher sudah memperkuat Liverpool semenjak 1990 saat tergabung dalam tim muda The Reds. Catatan titelnya hampir sama dengan Sami Hyypia. Lahir dan besar di Merseyside, Carragher memulai debutnya di tim utama Liverpool pada 1996. Dia merupakan pemain yang paling banyak membela Liverpool nomor dua setelah Ian Callaghan dengan membukukan 737 penampilan.
Selama 17 tahun membela The Reds, Carragher membantu klub meraih satu gelar Liga Champions edisi 2005, satu Piala FA dan satu Piala Liga pada 2001. Secara keseluruhan dia mengoleksi 10 medali dan memegang rekor sebagai pemain Britannia Raya yang paling banyak tampil di kompetisi Eropa.
Steve Nicol – Bek Kanan
Steve Nicol merupakan bagian dari kejayaan Liverpool di era 1980-an. Selama 13 tahun memperkuat The Reds, Nicol membantu klub meraih liga gelar Piala FA, empat Charity Shields dan Liga Champions edisi 1984. Dia total mencetak 46 gol dari 468 penampilan.
Nicol merupakan suksesor Phil Neal di sisi sayap kanan. Kemampuannya dalam bertahan membuat pertahanan Liverpool sulit ditembus dan menggaransi keamanan bagi penjaga gawang.
Pemain yang akrab disapa Chico itu tergolong pemain serba bisa. Dia bisa bermain di posisi bek kiri dengan sama baiknya. Kemampuannya itu pun membuatnya diganjar dengan piala individual Pemian Terbaik 1898 oleh Asosiasi Jurnalis Sepakbola Inggris [FWA].
Billy Liddel – Gelandang Kanan
Sangat sulit memang mengetahui kemampuan dari sosok Billy Liddel. Tak seperti pemain lainnya yang masuk dalam daftar, kita tidak bisa melihat aksi sang pemain. Namun begitu, dia masih merupakan salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah The Reds.
Dalam karier sepakbolanya yang dimulai saat Perang Dunia II meletus, Liddel menandatangani kontrak pertama bersama Liverpool pada 1938 dengan gaji £3 per pekan. Menyusul ditundanya liga akibat perang dunia, Liddel baru membuat debut resminya untuk Liverpool apda 1945.
Selama 17 tahun membela The Reds, Liddel total membukukan 534 penampilan dan mencetak 228 gol. Dia merupakan pencetak gol keempat terbanyak dalam sejarah Liverpool. Kendati sangat klinis di depan gawang, Liddel hanya memenangi satu trofi liga dan Piala FA.
Meski sulit membayangkan kemampuan Liddel di sepakboa modern, dia tetap pantas masuk daftar 11 skuat terbaik Liverpool sepanjang masa. Bentuk tubuhnya yang atletis, kecepatan, dan kemampuannya bermain di banyak posisi menjadi modal untuk tim mana pun di era mana pun.
Steven Gerrard – Gelandang Tengah
Sulit untuk tak memasukkan Steven Gerrard ke dalam daftar 11 skuat terbaik Liverpool sepanjang masa. Salah satu pesepakbola terbaik dan produk generasi emas, Stevie G telah dinominasikan beberapa kali untuk Ballon d’Or dan Pemain Terbaik FIFA. Dia finis ketiga untuk Ballon d’Or edisi 2005.
Untuk klub, Gerrard merupakan bagian dari tim fantastis Liverpool musim 200/01 yang memenangi Piala Liga dan Piala FA, runner-up liga dan Piala UEFA. Pada 2005, dia merupakan pemain kunci saat Liverpool menjuarai Liga Champions dengan mencetak 13 gol.
Secara total, Gerard telah mencetak 159 gol dari 629 penampilan dan dipercaya menjadi kapten tim. Permainanannya telah berubah dari yang dulunya agresif menjadi lebih kepada mengontrol permainan. Namun itu tak mengurangi pengaruhnya dalam permainan.
Masih mencari trofi Liga Primer Inggris pertamanya bersama Liverpool, Gerrard tak diragukan lagi merupakan ikon Liverpool dan lebih dari pantas untuk mendapatkan satu tempat di 11 skuat terbaik The Reds.
Grame Souness – Gelandang Tengah
Persis seperti Steven Gerrard, Graeme Souness merupakan bintang di lini tengah Liverpool dan sangat pantas masuk dalam daftar ini.
Selama memperkuat Liverpool dari 1977-1984, Sounesss total mencetak 55 gol, dan memenangi lima gelar liga, tiga Liga Champions dan empat Piala Liga.
Diplot sebagai pengganti Ian Callaghan, Souness langsung mencuri hati Liverpudlian di tahun pertamanya ketika gol sepakan volinya mengalahkan musuh bebuyutan Manchester United.
Lebih dikenal untuk distribusinya, Souness memiliki visi luar bisa dan sentuhan ajaib. Meski dia tak mampu berbuat banyak sebagai pelatih, Liverpudlian selalu mengenanya untuk permainannya yang enak ditonton di atas lapangan.
John Barnes – Gelandang Kiri
John Barnes merupakan salah satu sayap terbaik yang pernah dimiliki Liverpool. Piawai mengecoh lawan dan bertenaga kuda. Kinerjanya di atas pemain-pemain lainnya.
Pria kelahiran Jamaika ini total membukukan 407 penampilan dan mencetak 108 gol untuk The Reds. Musim terbaiknya terukir di 1989/90, di mana dia mampu melesakkan total 28 gol. Torehan gol fantastis bagi seorang pemain sayap.
Meski tak pernah mengenyam juara di kompetisi Eropa, Barnes mengakhiri 11 tahun kariernya di Anfield dengan catatan mentereng: dua gelar Liga Primer Inggris, dua Piala FA, tiga Charity Shield, dan satu Piala Liga.
Kenny Dalglish – Penyerang
Kenny Dalglish lebih dari layak untuk masuk dalam Liverpool XI sepanjang masa. Tak banyak striker yang memiliki kemampuan komplet seperti pemain berjuluk King Kenny ini.
Selama 13 tahun kariernya di Liverpool yang gilang-gemilang, Dalglish total melesakkan 172 gol dalam 515 penampilan. Torehan yang cukup impresif, yang menjadikannya masuk enam besar daftar pencetak gol terbanyak The Reds sepanjang masa.
Trofi-trofi mayor yang pernah dimenangi pemain asal Skotlandia ini antara lain, enam gelar Liga Primer Inggris, empat Piala Liga, tiga Liga Champions dan lima Charity Shields. Kecerdasan pengetahuannya pada permainan membuatnya meraih sukses ketika dipercaya menjadi manajer The Reds.
Ian Rush – Penyerang
Tak ada yang meragukan kemampuan Robbie Fowler di depan gawang lawan. Pun dengan Michael Owen. Tapi siap yang bisa membantah kehebatan Ian Rush?
Simak saja torehan golnya. Pemain asal Wales itu total melesakkan 346 gol yang diciptakannya dalam 660 penampilan. Koleksi golnya itu menjadikannya pencetak gol terbanyak Liverpool sepanjang masa. Salah satu anggota generasi emas Liverpool di era 1980-an ini meraih lima trofi Divisi Satu, tiga Piala FA, lima Piala Liga, lima Charity Shields dan dua trofi bergengsi Liga Champions.
Yang membuatnya beda dengan Fowler tak hanya dari jumlah gol yang dia lesakkan tapi nalurinya mencetak gol. Hanya sedikit pemain yang lebih fokus membuat dampak dan berhasil dibanding Rush, yang membuatnya berada di depan striker The Reds lainnya.
Melihat Rush berduet dengan King Kenny sangat menakutkan, dan itu mungkin masih akan demikian jika keduanya bermain bareng saat ini.
Jumat, 16 Mei 2014
Seorang
pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang
dicek adalah inbox. Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia
pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan
pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“ Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.
Diapun mulai membaca isinya:
“ Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.
Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !
Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.
Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.
Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.
Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.
Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.
Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.
Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika pulang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.
Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.
Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu pulang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.
Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?
Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.
Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.
Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.
Bapak tidak minta banyak…
Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.
Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Allah.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Allah.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.
Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”
Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya.
Jumat, 25 April 2014
Crouch dan Abbey menjalin kasih sejak 2006 silam dan melanjutkan tali kasih mereka ke jenjang pernikahan pada 2011 lalu. Saat ini keduanya sudah dikaruniai satu orang putri cantik bernama Spohia. Meski sudah menjadi ibu beranak satu, tubuh Abbey tetap seksi dan mempesona.
Emily memulai karier sebagai wedding planner sebelum akhirnya bertemu dengan agensi model. Selain itu, wanita yang mempunyai bibir seksi tersebut pernah gagal menjuarai kontes Miss Warrington 2007.
Langganan:
Postingan (Atom)










